Jakarta,22
September 2018
23.00
WIB
EYANG HABIBIE PENGINSPIRASI
Eyang Habiebe yahh, nama yang
sering terdengar karena kejeniusannya dan kehebetannya bagi bangsa
Indonesia bahkan dunia. Entah mengapa aku ingin menulis tentang beliau, malam
ini di kamarku yang panas dengan secangkir kopi lampung dengan filosofinya yang
menemaniku menulis artikel ini.
Aku kagum dengan sosok B.J Habibie
setelah aku menonton film Habibie & Ainun, Rudy Habibie dan buku Rudy Kisah
masa muda sang visioner penulis Gina S. Noer. Dari perjalan beliau menikmati
hidupnya dengan kepenasaraan dan keingintahuan kepada teknologi yang membuat
bangsa ini mempunyai pesawat sendiri, kisahnya membuat saya
terinspirasi dengan beliau. Dalam buku ada alasan mengapa sosok Rudy jengah
bila dipanggil genius, tapi lebih senang bila disebut sebagai pekerja keras
yang setia. Setia pada cita-citanya. Setia pada cintanya (ngambil dari prolog
buku hehe) .
Awal ketakutannya pada pesawat
hingga akhirnya ingin membuat pesawat, tercapai dengan kegigihan kerja keras
beliau bahkan jadi orang nomor 1 di Indonesia. Dan tak lupa dibalik itu ada
sosok yang sangat berharga di muka bumi ini bagi setiap manusia ,sosok ibu. Ibu
Pak Habibie, Tuti Marini Puspowardojo, mengingatkanku bahwa ibuku juga seperti
beliau, yang sangat kerja keras apapun yang dilakukan demi masa depan anaknya
pasti dilakukan (jadi curhat kan :v ). Hijrahnya Eyang Habibie dari Gorontalo
ke Jakarta, Bandung, sampai akhirnya ke negeri orang German dan bisa kuliah
disana itu luar biasa. Hijrahnya tersebut untuk menempuh pendidikan dan demi
masa depan Indonesia dan kecintaaannya pada Indonesia.Bayangin deh coba kalo
kita bisa jadi beliau, ada 10 manusia aja di Indonesia yang kaya Eyang Habibie
mungkin Indonesia sudah seperti Amerika serikat sekarang mungkin. Tapi tak
perlu juga jadi orang lain kan, cukup jadi diri kita sendiri apa adanya yang
baik dan yang terpenting jadi kita yang mempunyai cita – cita buat masa depan
dan jangan merusaknya dengan kekonyolan masa muda yang sedag dialami. Rugi
sekali mungkin jika masa muda masa remaja, hancur cuma gara- gara hal konyo
kita sendiri.
Yaps balik lagi, siapa Presiden RI
ke-3 ? B.J Habibie. Yah betul sekali seorang presiden yang mampu menyeimbangkan
rupiah Indonesia,dolar turun pada waktu itu,aku hanya mendengar ceritanya. Pada
waktu itu aku belum ada bahkan Ayah Ibuku saja belum menikah, 1998-1999 masa
reformasi yang banyak problematikan negara,yah aku tak tau banyak. Kisah cinta
Eyang juga menarik, pasti iri para pemuda remaja jika membaca kisah Eyang
Habibie dengan Ainun, kata Eyang Habibie “Tak perlu seseorang yang
sempurna,cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia & membuatmu
berarti lebih dari siapapun.” Anak muda mana yang tak tertarik dengan masa muda
Beliau dan kisah cintanya. Kisah perjalanan hidupnya sangat menginspirasi bagi
pemuda bangsa ini intinya sih. Aku belum tau banyak tentang Beliau.
Ouu iya hampir lupa, sumpah Eyang
Habibie, ketika sakit keras beliau menulis sumpahnya dalam bentuk puisi seprti
ini :
“Sumpahku”
Terletang! Jatuh! Perih! Kesal!
Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji Pusaka dan Sakti
Tanah Tumpah daraku makmur dan suci
….
Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa Besar dan Suci
Membawa aku PADAMU!
Terletang! Jatuh! Perih! Kesal!
Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji Pusaka dan Sakti
Tanah Tumpah daraku makmur dan suci
….
Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa Besar dan Suci
Membawa aku PADAMU!

