Minggu, 23 September 2018



Jakarta,22 September 2018
23.00 WIB

EYANG HABIBIE PENGINSPIRASI


Eyang Habiebe yahh, nama yang sering terdengar karena kejeniusannya dan kehebetannya bagi  bangsa Indonesia bahkan dunia. Entah mengapa aku ingin menulis tentang beliau, malam ini di kamarku yang panas dengan secangkir kopi lampung dengan filosofinya yang menemaniku menulis artikel ini. 
   
Aku kagum dengan sosok B.J Habibie setelah aku menonton film Habibie & Ainun, Rudy Habibie dan buku Rudy Kisah masa muda sang visioner penulis Gina S. Noer. Dari perjalan beliau menikmati hidupnya dengan kepenasaraan dan keingintahuan kepada teknologi yang membuat bangsa ini mempunyai  pesawat sendiri, kisahnya membuat saya terinspirasi dengan beliau. Dalam buku ada alasan mengapa sosok Rudy jengah bila dipanggil genius, tapi lebih senang bila disebut sebagai pekerja keras yang setia. Setia pada cita-citanya. Setia pada cintanya (ngambil dari prolog buku hehe) . 

    
Awal ketakutannya pada pesawat hingga akhirnya ingin membuat pesawat, tercapai dengan kegigihan kerja keras beliau bahkan jadi orang nomor 1 di Indonesia. Dan tak lupa dibalik itu ada sosok yang sangat berharga di muka bumi ini bagi setiap manusia ,sosok ibu. Ibu Pak Habibie, Tuti Marini Puspowardojo, mengingatkanku bahwa ibuku juga seperti beliau, yang sangat kerja keras apapun yang dilakukan demi masa depan anaknya pasti dilakukan (jadi curhat kan :v ). Hijrahnya Eyang Habibie dari Gorontalo ke Jakarta, Bandung, sampai akhirnya ke negeri orang German dan bisa kuliah disana itu luar biasa. Hijrahnya tersebut untuk menempuh pendidikan dan demi masa depan Indonesia dan kecintaaannya pada Indonesia.Bayangin deh coba kalo kita bisa jadi beliau, ada 10 manusia aja di Indonesia yang kaya Eyang Habibie mungkin Indonesia sudah seperti Amerika serikat sekarang mungkin. Tapi tak perlu juga jadi orang lain kan, cukup jadi diri kita sendiri apa adanya yang baik dan yang terpenting jadi kita yang mempunyai cita – cita buat masa depan dan jangan merusaknya dengan kekonyolan masa muda yang sedag dialami. Rugi sekali mungkin jika masa muda masa remaja, hancur cuma gara- gara hal konyo kita sendiri. 

Yaps balik lagi, siapa Presiden RI ke-3 ? B.J Habibie. Yah betul sekali seorang presiden yang mampu menyeimbangkan rupiah Indonesia,dolar turun pada waktu itu,aku hanya mendengar ceritanya. Pada waktu itu aku belum ada bahkan Ayah Ibuku saja belum menikah, 1998-1999 masa reformasi yang banyak problematikan negara,yah aku tak tau banyak. Kisah cinta Eyang juga menarik, pasti iri para pemuda remaja jika membaca kisah Eyang Habibie dengan Ainun, kata Eyang Habibie “Tak perlu seseorang yang sempurna,cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia & membuatmu berarti lebih dari siapapun.” Anak muda mana yang tak tertarik dengan masa muda Beliau dan kisah cintanya. Kisah perjalanan hidupnya sangat menginspirasi bagi pemuda bangsa ini intinya sih. Aku belum tau banyak tentang Beliau. 
     



Ouu iya hampir lupa, sumpah Eyang Habibie, ketika sakit keras beliau menulis sumpahnya dalam bentuk puisi seprti ini :


“Sumpahku”
Terletang! Jatuh! Perih! Kesal!
Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji Pusaka dan Sakti
Tanah Tumpah daraku makmur dan suci
….
Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa Besar dan Suci
Membawa aku PADAMU!